topbella

Jumat, 12 Oktober 2012

Pengertian Dan Tujuan Serta Hubungan Antara Psikologi lintas Budaya Dengan Di siplin Ilmu




Pengertian Dan Tujuan Serta Hubungan
              Antara Psikologi Lintas Budaya dengan Di siplin ilmu lain



Nama     : Hany fithriani   
Kelas      : 3 PA05
  Npm     : 19510266


Pengertian 
Psikologi Lintas Budaya adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal. serta kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat. Pesan-pesan tentang kebudayaan yang di harapkan dapat di temukan di dalam media, pemerintahan, intitusi agama, sistem pendidikan dan semacam itu.

MenuruT   :
Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.


Tujuan           :
dari psikologi lintas budaya sendiri adalah untuk melihat persamaan dan perbedaan fungsi individu secara psikologis dari berbagai budaya dan kelompok etnik.


Hubungan
Kaitan antara Psikologi lintas budaya dengan ilmu lainnya antara lain sebagai berikut:
Psikologi lintas-budaya jelas memiliki semua persyaratan suatu upaya interdisipliner. Di dalamnya dibahas legitimasi pengkajian suatu fenomen dari beragam perspektif tanpa pengkhawatirkan reduksionisme. Konsep terakhir ini sering muncul dalam perdebatan interdispliner untuk memapas fenomena suatu disiplin ke arah penjelasan yang lebih dapat diterima secara umum dalam disiplin mendatang yang “lebih mendasar”.
Untuk membantu kita melihat bagaimana psikologi lintas-budaya berhubungan dengan disiplin lain. Dibelahan kiri terdapat disiplin-disiplin pada aras populasi yang secara luas berkenaan dengan pemaparan, penganalisisan, dan pemahaman terhadap cirri-ciri seluruh populasi, kelompok atau kolekivitas. Dari disiplin-disiplin beraras populasi ini, psikologi lintas-budaya dapat menarik sejumlah informasi substansial. Informasi-informasi ini dapat dikembangkan ilmu psikologi, berfungsinya individu, dan pemahaman terhadap variasi prilaku individu yang tampil dalam populasi beragam budaya.
Cara mewawasi berbagai aras ini tidak lain untuk memaparkan alas an yang sering dikemukakan bahwa secara luas antropologi, ekologi, dan biologi merupakan disiplin–disiplin alamiah (naturalistik)
Dalam suatu analisis terperinci, Jahoda (1982, 1990) mengkaji hubungan antropologi dan psikologi yang banyak hal merupakan hubungan interdisipliner paling substansial. Kemudian disusul suatu periode saling menolak, bahkan bermusuhan, dengan pengecualian pada bidang “budaya dan kepribadian” (kini dikenal sebagai “antropologi psikologi”) pada beberapa dasawarsa terakhir
Pengertian Psikologi Indigenous
Indigenous psychology adalah kajian ilmiah mengenai perilaku dan mental manusia yang bersifat pribumi, tidak dibawa dari daerah lain, dan didesain untuk masyarakatnya sendiri. Pendekatan ini mendukung pembahasan mengenai pengetahuan, keahlian, kepercayaan yang dimiliki seseorang serta mengkajinya dalam bingkai kontekstual yang ada. Teori, konsep, dan metodenya dikembangkan secara indigenous disesuaikan dengan fenomena psikologi yang kontekstual. Tujuan utama dari pendekatan indigenous psychology adalah untuk menciptakan ilmu pengetahuan yang lebih teliti, sistematis, universal yang secara teoritis maupun empiris dapat dibuktikan.
Kemunculan indigenous psychology tidak lepas dari kebimbangan-kebimbangan peneliti psikologi dari Asia, yang belajar psikologi di Barat, ketika mereka kembali dan mencoba untuk mengembangkan psikologi di negaranya, mereka menjumpai banyak kesulitan dan mulai mempertanyakan kembali validitas, universalitas, dan aplikabilitas dari teori-teori psikologi. Para peneliti tersebut berkesimpulan bahwa setiap budaya harus dipahami dari bingkai acuannya sendiri, termasuk konteks ekologi, sejarah, filosofi, dan agama yang ada.
Indigenous psychology menyajikan suatu pendekatan dimana muatannya (makna, nilai dan kepercayaan) bersifat kontekstual (keluarga, sosial, budaya, dan ekologi) yang secara eksplisit menggabungkannya dalam desain penelitian.
Pengertian Psikologi Budaya
Psikologi budaya adalah studi tentang cara tradisi budaya dan praktek sosial meregulasikan, mengekspresikan, mentransformasikan dan mengubah psike manusia. Psikologi budaya adalah studi tentang cara subjek dan objek, self dan other, psike dan budaya, person dan konteks, figure dan ground, praktisi dan praktek hidup bersama, memerlukan satu sama lain. Psikologi budaya adalah studi tentang dunia intensional, studi dari fungsi personal dalam dunia intensional khusus. Hal tersebut berarti menyelidiki psikosomatis, sosiokultural, dan tak terelakkan, realitas yang beragam (menyebar) dalam subjek dan objek tidak dapat dipisahkan karena mereka bersifat interdependensi sebagaimana mereka saling membutuhkan.
Psikologi budaya adalah interdisiplin ilmu tentang manusia yang bertujuan untuk mengembangkan beberapa disiplin, khususnya antropologi (satu kesatuan dengan linguistik) yang bermanfaat untuk menganalisa lingkungan sosio-kultural (makna dan sumber-sumber “forms of life”) dalam semua intensionalisme dan kekhususan mereka dan psikologi (satu kesatuan dengan filosofi) yang bermanfaat untuk analisis tentang person dalam semua intensionalitas dan historisitasnya.

Pengertian Antropologi
Antropologi berasal dari kata Yunani (baca: anthropos) yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti "wacana" (dalam pengertian "bernalar", "berakal"). Anthropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial.
Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi lahir atau muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda dari apa yang dikenal di Eropa.
Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tetapi pada sosiologi lebih menitik beratkan pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.
Perbedaan psikologi lintas budaya dengan psikologi indigenous adalah dalam psikologi lintas budaya sendiri menurut saya kajian ilmunya membahas mengenai keragaman perilaku yang di bentuk dan dipengaruhi melalui sosial serta budaya dari lingkungan itu sendiri. Sedangkan untuk psikologi indigenous menurut saya adalah kajian ilmu yang secara ilmiah yang berasal dari pribumi yang tidak dipengaruhi oleh daerah lain sehingga dapat menghasilkan sebuah teori baru untuk memecahkan masalah yang akan dijelaskan dalam sebuah penelitian.
Perbedaan psikologi lintas budaya dengan psikologi budaya sendiri menurut saya adalah penjelasannya lebih meragamnya akan kebudayaan yang ada. Jika di psikologi budaya keragaman budaya itu adalah keragaman budaya didunia dan pengaruhnya terhadap masyarakat dalam suatu budaya tertentu sedangkan untuk psikologi lintas budaya sendiri menjelaskan lebih spesifik yaitu keragaman budaya yang ada dalam sebuah lingkungan masyarakat sosial yang mempengaruhi perilaku individu itu sendiri.
Perbedaan psikologi lintas budaya dengan antropologi menurut saya adalah jika dalam psikologi lintas budaya menekankan pada perbedaan individu secara psikologis dalam sebuah masyarakat, apabila dalam antropologi sendiri menjelaskan akan budaya masyarakat suatu etnis tertentu yang tinggal didaerah yang sama  (masyarakat tunggal).

 
sumber :      


0 komentar:

Posting Komentar

 
FiHan© Diseñado por: Compartidisimo